Beranda Liputan Khusus Polisi Bongkar Mafia Pengoplos Elpiji

Polisi Bongkar Mafia Pengoplos Elpiji

316
0
BERBAGI

TANGERANG-KULINERMAGAZINE, Teka-teki kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kg Desember lalu terjawab sudah. Ternyata ada mafia yang bermain dan melakukan tindakan kriminal mengoplos elpiji 3 kilogram subsidi ke tabung elpiji 12 kilogram dan 50 kilogram.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim membongkar mafia pengoplos yang dipimpin Prenki, 30, yang telah menyedot isi 150 ribu tabung elpiji bersubsidi.

Kasus tersebut terungkap bermula dari adanya informasi penyalahgunaan elpiji 3 kg di Kavling DPR Blok C, Tangerang, Kamis lalu (11/1). Penyidik yang berupaya masuk ke lokasi mengalami kesulitan karena pengamanan yang ketat.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, penyidik akhirnya berputar arah melalui belakang pabrik. ”Untuk mengecek kebenaran adanya penyalahgunaan gas 3 kilogram (kg),” ujarnya.

Saat penyidik memanjat pagar pabrik, ada 60 orang yang sedang melakukan penyedotan tabung gas subsidi ke nonsubsidi. Begitu petugas masuk, puluhan orang itu berlarian dan kabur dengan memanjat pagar. ”Lihat, ada banyak bekas tapak kaki di pagar,” jelas Kasatgas Pangan Polri tersebut.

Namun, petugas berhasil menangkap pimpinan mafia pengoplos elpiji 3 kg itu, Prenki. Tiga kaki tangannya juga ditangkap. Mereka berinisial A,T, dan S. ”A bertugas membeli gas subsidi, T berupaya mencari pekerja, serta S mencari pembeli elpiji 12 kilogram dan 50 kilogram,” paparnya.

Keuntungan sindikat itu bila ditotal bisa mencapai Rp 600 juta setiap bulan. Bila mengacu pengakuan pelaku, kegiatan tersebut telah dilakukan lebih dari tiga bulan. ”Artinya, setidaknya mereka mendapatkan keuntungan Rp 1,8 miliar yang merupakan subsidi dari pemerintah,” tuturnya.

Setyo mengimbau masyarakat tidak melakukan hal serupa. Sebab, selain merugikan masyarakat, keamanan label di tabung gas juga tidak terjamin. “Apabila ketemu, kami akan kenakan hukuman seberat-beratnya,” kata Setyo.

Atas perbuatannya, pelaku diduga melanggar Pasal 62 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi Pasal 53 huruf d tentang Melakukan tata niaga minyak bumi dan/atau gas bumi tanpa izin usaha niaga. Adapun ancaman hukuman pidana penjara selama 5 tahun atau denda maksimal Rp 2 miliar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here