Beranda Liputan Khusus Meriahnya Berburu Takjil Di Jalan Panjang Kelapa Dua Jakarta Barat

Meriahnya Berburu Takjil Di Jalan Panjang Kelapa Dua Jakarta Barat

110
0
BERBAGI

JAKARTA – KULINERMAGAZINE.COM – Bulan Ramadhan telah tiba, seperti biasa aktivitas warga ada yang berubah,  khususnya di sore hari menjelang datangnya waktu maghrib. Aktivitas berburu takjil yaitu membeli makanan untuk hidangan berbuka puasa di bulan Ramadhan bagi kaum muslim  yang sedang menjalankan ibadah puasanya.

Salah satu lokasi berburu takjil yang sudah tersohor di Ibu Kota yakni di kawasan Jalan Panjang Kelapa Dua Kebon Jeruk Jakarta Barat. Dikawasan ini kerap di jadikan arena berjualan makanan hidangan berbuka puasa atau takjil. “Disini para pedagang takjil bisa berderet sampai sejauh 300 meter. Mereka menempati tepi jalan raya selebar kurang lebih 5 meter,”Ujar Hendri salah satu warga asli Kelapa Dua kepada kulinermagazine.com

“Beberapa jenis makanan yang ada di sini tergolong lengkap lantaran banyaknya para pedagang disini ada sekitar 60 lapak. Dari yang berjualan makanan  ringan seperti gorengan, lontong, bihun, kolak, kerak telor, putu mayang, lamang tapai sampai makanan berat seperti nasi rames  atau gudeg juga suka ada disini, biasanya mereka mulai melakukan aktivitas berjualannya pada pukul 3 sore sampai maghrib,”tambah Hendri lagi.

Para pembeli disini rata-rata warga yang kebetulan sedang melintas dijalan ,tetapi banyak juga dari pegawai kantor sekitar yang kerap membeli makanan untuk berbuka nanti.

Namun, menurut beberapa pedagang disini ada yang mengungkapkan bahwa keramaian berburu takjil di Jalan Panjang semakin berkurang. “Dulu ramai banget banyak pedagangnya padat. Yang jualan juga lebih bermacam-macam.Dulu disini banyak pedagang lamang tapai sama pedagang kerak telornya, sekarang paling Cuma satu,” Terang Nandang (51),pedagang mie juhi yang sudah berjualan selama 21 tahun di tempat itu.

Satu – satunya pedagang kerek telor yang masih ada yakni Kurniawan (34).Sehari-harinya ia berjualan kerak telor di kawasan kebon binatang Ragunan Jakarta Selatan, khusus bulan puasa ia berjualan di Jalan Panjang Jakarta Barat dan sudah berlangsung hampir 10 tahun. Ia mengatakan berjualan kerak telor dibulan puasa bukan hanya sekedar mencari keuntungan,namun juga menjaga tradisi yang sudah turun-temurun. “Apalagi saya berjualan kerak telor ini kan bagian dari budaya juga,jadi sekalian lah biar engga ilang makanan khas kita,”Pungkasnya.

“Biasanya kalau ramainya sekitar minggu pertama sampai minggu kedua saja. Habis itu sudah makin sedikit. Yang beli juga makin sedikit, jadi pedagangnya juga banyak yang setop berjualannya,”Tutup Kurniawan .(hel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here