Beranda Liputan Khusus Menikmati Aneka Kuliner di Festival Srengseng 2018

Menikmati Aneka Kuliner di Festival Srengseng 2018

751
0
BERBAGI

JAKARTA – KULINERMAGAZINE. Dalam rangka memeriahkan hari Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan DKI Jakarta menggelar acara Festival Srengseng 2018. Acara yang diadakan di dalam kawasan Hutan Kota Srengseng Jl. H. Kelik, Jakarta Barat ini  diisi dengan bazaar aneka produk serta pagelaran seni budaya Betawi dan festival band kreatif. Pada hari Minggu, 21 Januari 2018, ratusan lebih warga di sekitar wilayah tersebut berbondong-bondong mengunjungi acara tersebut. Terlihat mereka begitu antusias menghadiri festival yang digelar, dan umumnya mereka datang bersama keluarga dan teman.

Berbagai macam kuliner di stand-stand yang disediakan pada festival tersebut diserbu pengunjung. Ada soto betawi, asinan, dodol betawi, wajik betawi, bir pletok, sosis bakar, es serut, kerak telor, serta berbagai macam aneka kuliner lainnya. Bahkan terlihat pula beberapa stand yang menjual pakaian dewasa dan anak-anak. Di arena panggung, diselenggarakan juga berbagai pagelaran kesenian, seperti lenong, topeng betawi, dan hiburan musik dari band-band betawi. Untuk anak-anak, tersedia pula beberapa jenis mainan yang mampu memanjakan mereka.

Didi, salah seorang pengunjung yang berasal dari Kebon Jeruk, Jakarta Barat mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga sangat senang dengan adanya acara tersebut. Ia datang bersama istri dan 2 anaknya. “Seneng banget bisa ngajak anak-anak ke sini. Di sini semua lengkap, dari mulai kulinernya yang bermacam-macam, sampai ke arena mainan anak-anak juga banyak,” tutur Didi kepada Kulinermagazine.

Selain beberapa hal diatas, kesejukan hutan kota Srengseng serta lokasinya yang tak terlalu jauh dari rumah membuat Didi dan keluarga kerap datang ke tempat tersebut. Ia juga berharap agar di lokasi itu lebih sering lagi diadakan acara-acara sejenis “Biasanya kalo lagi libur suka ngajak keluarga ke sini. Enak, banyak pohon rindang, udaranya segar,” tambahnya.

Hutan Kota Srengseng adalah kawasan hijau dan ditetapkan sebagai hutan kota lewat Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 202 tahun 1995. Dalam surat keputusan tersebut kawasan Hutan Kota Srengseng difungsikan sebagai daerah resapan air, sekaligus tempat wisata dan aktifitas masyarakat. Proses perencanaan pembangunan Hutan Kota Srengseng dimulai sejak tahun 1986 yang kemudian mulai dibangun pada tahun 1993, tepatnya pada masa kepemimpinan Gubernur R. Suprapto.

Lahan seluas 15,3 hektar tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah. Setelah sekian kali dilakukan gali-uruk terbentuklah hamparan tanah yang luas, bahkan bau busuk yang semula dikeluhkan warga hilang dan berganti dengan kesegaran karena banyaknya tanaman produktif yang ditanam di Hutan Kota Srengseng.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here