Beranda Resto & Cafe Franchise Dapur Pak Wahyu, Awalnya Cuma Coba-coba 

Franchise Dapur Pak Wahyu, Awalnya Cuma Coba-coba 

486
0
BERBAGI

JAKARTA, KULINERMAGAZINE – Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Jangan pernah menyerah meskipun diterpa kegagalan dan kebangkrutan. Begitulah jalan hidup yang pernah dialami Muhammad Wahyudin atau akrab disapa Wahyu, pemilik franchise Dapur Pak Wahyu (DPW).

Beberapa tahun silam, saat dirinya masih berkecimpung di bisnis entertainment, Wahyu pernah mendapat pengalaman yang tak mengenakkan. Bagaimana tidak, pada saat dia tengah membangun bisnisnya di bidang event organizer(EO), dirinya ditipu sehingga mengalami kebangkrutan.

Tak pelak, kejadian itu membuat Wahyu pusing tujuh keliling dan tak tahu harus berbuat apa demi menyambung hidupnya.

“Saat itu saya bisnis EO, mulai dari konser hingga membuat film, Tapi pada saat bikin film, uangnya di bawa kabur hampir 1 miliar. Akhirnya bangkrut, bingung mau bisnis apa,” kenang Wahyu seraya menceritakan pengalaman pahit dalam hidupnya sebelum terjun ke bisnis kuliner.

Saat ditemui Kulinermagazine, Wahyu yang kini sukses dengan usaha sambal teri medan dalam kemasan botol itu mau berbagi kisah tentang usaha kuliner yang dirintisnya mulai dari nol.

“Sebenarnya saya terjun ke bisnis kuliner karena faktor terpaksa. Pada saat bangkrut, saya hanya memiliki sisa uang di tangan 49 ribu rupiah. Dari situ saya mulai berpikir untuk mencoba membuat sambal lalu dijual. Saya sempat curhat dan bertanya kepada ibu saya waktu itu . Kalau bikin pecel enaknya sambal apa? Ibu saya bilang sambal tomat udah biasa, juga sambal terasi. Akhirnya ibu bilang coba sambal teri,” tutur Wahyu.

Setelah dicoba-coba, ternyata sambal teri buatannya disukai keluarga. Dirinya juga menawarkan sambal buatannya kepada teman-temannya. Merasa yakin dengan sambal buatannya yang enak, wahyu memasarkan hasil kreasi kulinernya itu melalui on line. Uang hasil penjualan sambal botolnya ia kumpulkan untuk dijadikan modal agar bisnisnya semakin berkembang. Lambat laun, sambal teri medan yang memiliki cita rasa khas itu mulai dikenal dari mulut ke mulut.

“Dulu namanya bukan dapur pak wahyu (DPW), tapi sambal teri pak wahyu (STPW). Nama DPW saya pilih karena memang ingin nuansa kuliner tapi brand-nya bisa diwariskan dan lebih menjual,” terangnya.

Wahyu mengaku memulai bisnis kulinernya pada 3 Agustus 2015 dengan membuka kantin di salah satu kantor bank di kawasan Jl Jenderal Sudirman, Jakarta. Lantaran tak memiliki dana yang cukup untuk menyewa tempat, Wahyu terpaksa meminjam uang kepada temannya.

“Saya sempat meminjam uang teman Rp11 juta untuk modal. Karena saat itu uang saya belum cukup. Bahkan saya juga menjual handphone (HP) saya untuk tambahan modal,” ujarnya.

Di kantin barunya itu, ia menyuguhkan beragam menu penyetan, ayam, ikan nila dan juga ikan laut lengkap dengan sambal teri andalannya.

“Awalnya cuma ayam kremes. Agar pelanggan tidak bosan akhirnya saya berinovasi. Semua aneka ragam menu itu saya goreng,” katanya.

Pada tahun 2016, Wahyu sempat membuka cabang di kawasan Fatmawati,  Jakarta Selatan. Namun apa daya, kantin itu tak bertahan lama.

“Saya kerja sama dengan salah satu cafe di daerah Fatmawati, tapi nggak berjalan lancar, karena menurut saya hitungannya curang. Akhirnya saya tutup, cuma bertahan 4-6 bulan saja,” terang Wahyu.

Sejak saat itu dirinya mulai berpikir untuk menjadikan sambal botolnya sebagai franchise. Apalagi sebelumnya sudah banyak customer yang menyarankan agar sambal buatannya dijadikan franchise.

“Pada saat itulah datang teman saya bernama Eko, dia ingin mengambil franchise saya, lalu dia buka franchise di Kemanggisan , tepatnya di depan SMAN 78 Jakarta Barat . Setelah dipromosikan di instagram, ternayata banyak yang menyukainya,” tuturnya.

Setelah banyak bertanya ke sana kemari soal franchise, akhirnya Wahyu mendapat pencerahan dan siap melakukan terobosan. Akhir Desember tahun 2017, Wahyu langsung berinovasi menciptakan suatu bisnis yang memberikan keuntungan juga bagi orang lain, yaitu dengan sistem franchise.

“Waktu itu jual franchise pertama kali 16 juta, cuma jual nama. Lalu direvisi mendapat peralatan seperti gerobak dan lainnya. Harganya pun saya naikkan. Setelah banyak belajar akhirnya menemukan komposisi yang pas , yaitu terdapat tiga kategori paket yang saya tawarkan di franchise DPW , paket silver senilai 35 juta ( Jakarta )
Paket gold senilai 45 juta ( Debotabek )
Paket Go city senilai 65 Juta ( Jawa , Bali , Sumatera )
Tidak ada royalti dalam sistem franchise DPW , “ujar Wahyu .

Saat ini sudah ada tim yang begerak,” katanya lagi.

Tak butuh waktu lama, bisnis franchise-nya ini mampu berkembang cepat dan pesat.  Saat ini franchise Dapur Pak Wahyu sudah mencapai 27 gerai milik mitranya. Itu pun di luar penjualan sambal botolannya.

Tak heran bila Dapur Pak Wahyu dinobatkan sebagai salah satu peraih “Start Up Award 2018” yang merupakan inisiasi Majalah Franchise Indonesia dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya. Selain itu, Dapur Pak Wahyu juga dinobatkan menjadi “The Most Promising Brand 2018”.

Dalam bermitra, Wahyu mengaku tidak memilih-milih. Dirinya juga memaklumi kemampuan mitranya yang berbeda-beda dalam menjalankan bisnis franchise.

“Saya selalu mendatangi opening mitra yang baru membuka gerainya. Selanjutnya klien bisa curhat setiap saat melalui pesan WhatsApp (WA). Karena saya tidak memilih-milih mitra. Kita selalu menerima mitra apa adanya, apa yang mereka butuhkan, kita selalu menyiapkan. Harapan saya targetnya tercapai dan menjadi pelopor kemitraan penyetan yang bersih dan higienis,” jelasnya.

Bagi Wahyu, untuk mendapatkan kesuksesan dibutuhkan kerja keras. Dirinya pun selalu bersyukur terhadap setiap kemajuan yang didapatkan. Sebab itu ia selalu bersedekah kepada mereka yang membutuhkan.

“Kenapa saya bekerja keras, karena saya ingin membahagiakan orang-orang di sekitar saya. Bisa membantu orang yang putus sekolah dan sulit mencari kerja. Tidak perlu berpendidikan tinggi, yang penting mereka mau kerja rajin dan jujur. Dengan meningkatkan taraf hidup banyak orang sudah membuat saya happy,” tutupnya. ( hel )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here