Beranda Liputan Khusus Bandeng Imlek Pererat Budaya Betawi dan Tionghoa

Bandeng Imlek Pererat Budaya Betawi dan Tionghoa

260
0
BERBAGI

JAKARTA – KULINERMAGAZINE. Tahun Baru Imlek selalu dirayakan pada hari pertama kalender lunar Cina, yang biasanya bulan Januari atau Februari setiap tahunnya. Di Indonesia sebagian besar tradisi tahun baru Imlek diadaptasi langsung dari Cina dan mulai menjadi hari libur resmi di Indonesia sejak tahun 1999. Hari libur nasional ini memungkinkan orang Tionghoa untuk berhubungan kembali dengan keluarga mereka dan merayakan kedatangan tahun lunar yang baru.

Salah satu tradisi di tahun baru Imlek yang paling populer adalah pemberian amplop merah, yang diberikan kepada anak-anak dari orang tua, dan juga pasangan suami istri kepada anggota keluarga yang belum menikah.

Sebelum perayaan tahun baru tersebut, biasanya banyak pasar kaget di dekat komunitas masyarakat Tionghoa di Indonesia yang menjual kembang api, pakaian, mainan, dan juga aneka jenis makanan serta hadiah. Beberapa jenis hadiah yang paling populer berkisar dari barang sehari-hari seperti kue, permen, atau manisan buah. Salahsatu lokasi pasar kaget yang ramai menjelang imlek yaitu kawasan Rawa Belong, tepatnya di dekat lampu merah dan pasar kembang. Namun tidak seperti pasar kaget lainnya, pasar kaget di sini menjual ikan bandeng dengan aneka ukuran dan berat. Meski agak berbeda namun ini sudah menjadi tradisi di masyarakat.

Seminggu menjelang perayaan imlek, di area pasar kaget Rawa Belong, banyak ditemukan deretan penjual ikan bandeng. Para penjual ikan bandeng itu muncul hanya setahun sekali, menjelang perayaan Hari Raya Imlek yang tahun ini jatuh pada hari Jumat tanggal 16 Febuari 2018.

Masyarakat Tionghoa dan sebagian masyarakat Betawi percaya bahwa mengkonsumsi ikan bandeng saat Imlek atau Tahun baru China akan mendatangkan keberuntungan.

Beberapa pedagang nampak menjajakan ikan bandeng dagangannya. Mereka berlomba-lomba menjual ikan tersebut dengan segala kelebihannya. Rata-rata ikan bandeng yang dijual berukuran sedang dan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan keberadaan ikan bandeng pada hari-hari biasa selain imlek. Kurang lebih ada sekitar 20-an lapak penjual ikan bandeng di kawasan tersebut. Masing-masing pedagang menawarkan harga beragam, mulai dari Rp 30.000, Rp 50.000 sampai Rp 80.000 per kilogram, tergantung besarnya ukuran ikan. Semakin besar ukuran ikan, maka akan semakin tinggi harga per kilonya.

Edi, salah satu pedagang, menjadikan kawasan Rawa Belong sebagai tempat tahunan menjual ikan bandeng. Hari-hari selain imlek ia menjual ikan di Pasar Slipi. “Pada saat imlek saja saya jualan di sini,” ujarnya kepada Kulinermagazine. Para pembeli ikan bandeng di Rawa Belong tidak hanya warga etnis Tionghoa, tapi juga mayoritas warga masyarakat Betawi.

Imlek di Indonesia memang telah mengalami akulturasi dengan budaya lokal. Terbukti dengan munculnya sebutan Lebaran China dari orang Betawi untuk Imlek, yang artinya orang Betawi menganggap Imlek sudah jadi bagian dari budaya mereka juga. “Biasanya orang Betawi nyarinya yang ukuran gede dan dari jenis bandeng laut,” tambah Edi.

Pria ini mengaku bahwa pasokan ikan bandeng khusus imlek yang rata-rata berukuran besar ia peroleh dari pemasok yang memang sudah jadi langganannya. Jika biasanya ikan bandeng berukuran sedang, maka saat jelang imlek ia mendapatkan ikan dengan ukuran yang lebih besar.

Senada dengan hal tersebut, H. Basuni yang juga berjualan ikan bandeng di Rawa Belong tersebut mengungkapkan bahwa ikan-ikan berasal dari Karawang, Tangerang, Bekasi, Muara Gembong, serta daerah sekitar lainnya. “Rata-rata ikan bandeng dengan berat 3 kilogram berusia 2 tahun dengan harga saat ini Rp.60.000,- per kilonya,” katanya.

H. Basuni yang sudah sejak tahun 1980 berjualan ikan bandeng imlek di Rawa Belong tersebut juga mengungkapkan bahwa kebudayaan Betawi dan China sudah berbaur akrab sejak zaman dahulu. “Dari sejak dulu kawasan ini jadi tempat bertemunya dua kebudayaan Betawi dan China, lewat bandeng imlek,” ujarnya.

Bagi yang ingin berburu ikan bandeng imlek ukuran besar, segeralah meluncur ke Rawa Belong. Aksesnya bisa menggunakan kendaraan umum Mikrolet M11 jurusan Tanah Abang – Kebon Jeruk, atau Mikrolet M09 & M09A jurusan Tanah Abang Kebayoran Lama, dan turun di lampu merah Rawa Belong. Dari situ sudah kelihatan jejeran pedagang ikan bandeng yang berbaur dengan para pedagang bunga eceran serta pedagang lainnya. (Hel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here