Beranda Liputan Khusus Asyiknya Menjelajahi Kuliner Malam di Jakarta

Asyiknya Menjelajahi Kuliner Malam di Jakarta

549
0
BERBAGI

JAKARTA, KULINERMAGAZINE. Jakarta memang kota yang tak pernah sepi dan mati. Sejak dini hari hingga larut malam selalu saja terlihat geliat kesibukan. Soal kuliner apalagi. Sejak subuh aneka jajanan kuliner sudah bermunculan di sudut-sudut kota. Bahkan di malam hari lebih dahsyat lagi. Kuliner malam berbasis warung tenda atau kaki lima seakan menjamur mewarnai setiap pelosok kota.

Banyak warga dari luar daerah datang mengadu nasib dan menetap di kota ini dan menciptakan keanekaragaman kuliner yang berbeda-beda. Berikut beberapa kuliner malam kota Jakarta yang cukup representatif di beberapa wilayah kota:

  1. Warteg Warmo

Di bilangan Jakarta Selatan ada warteg hitz yang selalu dikunjungi orang-orang terkenal, yaitu Warteg Warmo. Warteg ini sudah menjadi Raja dari warteg-warteg yang ada di Jakarta, karena memang rasa dari menu makanan disini sudah tak diragukan lagi. Warteg ini buka 24 jam, jadi pelanggan bisa datang kapan saja. Kalo lagi beruntung, bisa makan satu meja bareng artis atau pejabat negara.

  1. Sate Taichan Senayan

Malam hari di daerah Senayan sepanjang Gelora Bung Karno Jalan Asia Afrika selalu jadi tempat makan dan kumpul seru. Disini merupakan pusatnya para pedagang Sate Taichan. Kalau malam tiba di sepanjang jalan ini isinya Sate Taichan semua, dan yang jajan disini rata-rata membawa kendaraan sendiri, baik sepeda motor maupun mobil. Bahkan terkadang klub pesepeda malam juga berkumpul di sini.

  1. Seafood Ayu

Di Jakarta Utara tepatnya di Kelapa Gading kita bakal ketemu sama warung seafood yang terkenal namanya Seafood Ayu. Warung tenda seafood ini hanya menggunakan meja sederhana, kursi dan tenda berbahan terpal. Sudah jelas kan kalau ini bukan kafe atau restoran, tapi jangan salah warung tenda Seafood Ayu Kelapa Gading ini selalu ramai oleh pengunjung. Walaupun beberapa kali sempat pindah-pindah lokasi namun Seafood Ayu selalu ramai pengunjung.

  1. Sambel Setan Bu Mut Pejompongan

Di daerah Jakarta Pusat tepatnya daerah Pejompongan ada warung Sambel Setan Bu Mut. Warung makan yang sudah berdiri sejak 1998 ini pemiliknya adalah seorang wanita asal Cirebon yang fotonya terpampang di salah satu banner yang membentang di tembok kedai ini. Menu yang ditawarkan mengikuti asal si pemiliknya yaitu makanan khas Cirebon. Letak tempat makan ini pun strategis yaitu tepat di seberang kantor kelurahan Bendungan Hilir.

  1. Pasar Kue Subuh

Di Jakarta pasar kue subuh itu ada di Pasar Senen dan Blok M, kemudian ada satu lagi di Bintaro. Di pasar ini sejak sebelum subuh sudah ramai orang berkumpul menjajakan dagangannya. Umumnya para pembeli yang datang adalah para pedagang kue yang biasa buk setelah subuh di tempat-tempat mereka berjualan yang tersebar di seluruh pelosok kota. Pasar subuh ini merupakan tempat yang lengkap buat hunting-hunting jajanan pasar aneka ragam.

  1. Bubur Cikini

Di daerah Cikini Jakarta Pusat ada warung bubur yang sudah terkenal seantero Jakarta yaitu Bubur Cikini. Bubur Cikini yang dikelola oleh H.R. Suleman ini lebih sering dikenal dengan sebutan Burcik padahal aslinya bubur ini merupakan bubur khas Cirebon. Umumnya para pembeli adalah para muda-mudi yang sengaja menghabiskan waktu malam dan mampir ke warung bubur ini untuk sekedar makan dan ngobrol-ngobrol.

  1. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

DI jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat yang berdekatan dengan balaikota DKI, ada warung nasi goreng yang cukup terkenal yaitu nasi goreng kambing yang telah berjualan sejak tahun 1958. Nasi Goreng Kebon Sirih telah melegenda dari mulut ke mulut para penikmatnya. Adalah Almarhum Haji Nein yang awal mula membuka usaha nasi goreng di sini.

“Kakek saya yang pertama berjualan di Kebon Sirih sampai sekarang. Usaha ini turun temurun sampai sekarang sudah generasi ketiga yang mengelola,” kata cucu Almarhum Haji Nein, Indra.

Menurut Indra, resep nasi goreng ini telah bertahan secara turun menurun. Pilihan beras, bumbu, dan daging kambing dijaga secara ketat. Bumbu-bumbu yang digunakan terdiri dari rempah-rempah seperti kapulaga, kunyit, sereh, lada, dan beberapa jenis bumbu lain. Selain menu nasi goreng, terdapat juga menu sate kambing, sate ayam, dan sate hati kambing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here