Beranda PEOPLE Inspirasi Amad Rohim; Inovasi Sesuai Zaman & Keadaan

Amad Rohim; Inovasi Sesuai Zaman & Keadaan

477
0
BERBAGI
Amad Rohim

JAKARTA – KULINERMAGAZINE. Sebagai punggawa yang telah berpengalaman mengkoordinir 13 cabang Waroenk Kito dan Saoenk Kito, Amad Rohim selalu menekankan pentingnya bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh loyalitas kepada perusahaan. Karena hal tersebut menurutnya akan kembali lagi ke diri masing-masing. “Jika usaha kita bagus dan dengan sepenuh hati, maka jabatan dan karir pun akan mengikuti seiring kesungguhan dan tekad kita,” tuturnya kepada Kulinermagazine.

Pria yang telah bergabung selama lebih kurang 10 tahun di grup resto Waroenk Kito, Saoenk Kito, Jagoan Sambel, dan Kampung Kecil tersebut mengawali karir dari bawah. “Saat awal dulu, di Waroenk KIto konsepnya hanya warung biasa dengan pengolahan menu satu per satu. Saat itu saya masih nanceb sebagai asisten koki,” ujar Amad.

Seiring waktu, konsep tersebut mengalami inovasi dengan kehadiran Saoenk Kito dengan manajemen dan sistem yang sama. Hanya saja Saoenk Kito lebih condong ke Nusantara food, sedangkan Waroenk Kito ke Nusantara dan oriental food. “Saya dulu bergabung diajak oleh kakak saya Mustofa yang memang telah lebih dulu bergabung. Selama 10 tahun bergabung, sedikit banyak lumayan menguasai menu-menu masakan,” tuturnya lagi.

Kini pria kelahiran Purworejo, 7 Juli 1985 ini memimpin 13 cabang grup resto, diantaranya Saoenk Kito Susilo, Waroenk Kito Susilo, Waroenk Kito Green Garden, Saoenk Kito Kosambi, Waroenk Kito Semanan, Saoenk Kito Daan Mogot, Waroenk Kito Citra 2, Waroenk Kito Palem, Saoenk Kito Palem, Saoenk Kito City Resort, Saoenk Kito Aston Palem, Waroenk Kito Aston, dan Saoenk Kito Serang.

Saoenk Kito Susilo I No. 10 Grogol, Jakarta Barat

Jarak antar cabang yang cukup jauh tidak menjadi kendala bagi Amad untuk tetap berkoordinasi, baik dengan tim yang berada dalam koordinasinya maupun dengan manajemen pusat. Menurutnya semua hal itu terwujud berkat kerja tim, dan soal dikelompokkannya cabang-cabang tersebut dalam bentuk pembagian tim adalah demi menjaga kemudahan dan kelancaran. “Kenapa dibentuk sistem seperti sekarang ini adalah agar supaya tidak saling bertabrakan, baik dari sisi koordinasi maupun tanggungjawab,” jelasnya.

Amad bersyukur bisa bergabung dalam grup resto yang memiliki manajemen keterbukaan serta jalinan keakraban penuh rasa persaudaraan dan kekeluargaan. “Semua hal selalu didiskusikan bersama dalam forum yang penuh dengan suasana kekeluargaan. Sebagai contoh ketika akan mengeluarkan menu baru, maka akan ada pembahasan secara terbuka dalam forum, dimana kekurangan dan kelebihannya. Kedepannya, inovasi terus kita lakukan dengan mengikuti perkembangan zaman dan keadaan. Alhamdulillah bos kami Pak Aan selalu terbuka soal ilmu, dan sering berbagi perihal berbagai informasi berguna ataupun solusi dari setiap permasalahan,” ujarnya menutup perbincangan. (Syahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here